Efek Plastik Kemasan Yang Mengancam Lingkungan, Ini Dampaknya

Plastik Ancam Lingkungan, Bagaimana Dampak Pada Kemasan Makanan?

Plastik kemasan merupakan bahan polimer sintetis yang memiliki banyak jenis berdasarkan sifat fisik, mekanis, dan kimia. Plastik memiliki sifat isolator, yaitu penghantar panas yang buruk atau bahan yang sulit untuk melakukan perpindahan muatan listrik. Dalam keseharian, plastik sangat sering digunakan sebagai kebutuhan pokok.

Bahkan, tanpa plastik kita akan sulit menjalani kebutuhan sehari-hari. Dapat kita ambil contoh, plastik sering digunakan sebagai kantong belanja, bungkus makanan atau minuman, dan lain-lain. Namun, di balik itu semua tidak semua plastik bersikap ramah dengan lingkungan. Itu mengapa pemerintah sempat membatasi penggunaan plastik.

Kemasan Plasik

Plastik pada umumnya memiliki material yang sulit diuraikan oleh tanah. Sampah plastik akan terurai dalam waktu 10-12 tahun, sedangkan botol plastik butuh waktu 20 tahun karena polimernya lebih kompleks dan lebih tebal. Bahkan beberapa penelitian lainnya mengungapkan butuh waktu ratusan tahun untuk menguraikan plastik.

Jika dibiarkan penggunaan plastik terus-menerus akan menyebabkan gunungan sampah yang menumpuk. Hal tersebut tentu saja akan menyebabkan banjir. Lalu apa saja dampak yang terjadi dengan lingkungan?

Dampak Plastik untuk Lingkungan

Penggunaan plastik memang sangat erat kaitannya dengan kebutuhan kita sehari-hari. Namun, sayangnya penggunaan yang berlebihan akan menyebabkan terganggunya ekosistem lingkungan. Segalanya menjadi rusak, mulai dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Berikut dampak negatif plastik yang dapat mengganggu lingkungan:

Tercemarnya air dan tanah

Plastik yang tidak digunakan akan dibuang ke berbagai tempat, seperti tanah atau perairan (laut). Kedua tempat tersebut dapat berakibat fatal bagi perkembangan ekosistem makhluk hidup. Misalnya air, belum lama ini sempat beredar kabar jika perairan laut Indonesia dipenuhi oleh sampah plastik.

Titik yang paling menyedihkan adalah beberapa biota laut terjebak dalam sampah plastik tersebut. Sebagian dari mereka tidak sengaja mengonsumsi plastik. Sebagian lagi plastik tersebut bersarang atau menyelimuti tubuh mereka. Akhirnya mereka terjebak dan membutuhkan pertolongan manusia untuk bebas dari dekapan plastik.

Tidak jauh berbeda dengan tanah. Sampah plastik yang didekam di dalam tanah akan meracuni pertumbuhan tanaman, sehingga dapat mengancam layu bahkan kematian perkembangan. Zat kimia pada plastik juga dapat merusak tanah yang menyebabkan tidak subur. Sama halnya dengan biota laut, hewan darat pun juga sangat terganggu dengan hadirnya plastik.

Baik hewan maupun tumbuhan tidak mengetahui betapa berbahayanya plastik untuk kesehatan mereka. Racun dalam plastik berpotensi untuk membunuh hewan pengurai di dalam tanah, termasuk cacing.

Mengganggu penyerapan air

Plastik merupakan benda padat yang sulit untuk diuraikan secara alami. Alhasil, plastik yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan penyumbatan air. Hal tersebut dapat mengganggu penyerapan atau jalannya jalur air ke saluran. Jika sudah tersumbat, akan menyebabkan banjir. Timbulnya banjir juga akan menyebabkan datangnya penyakit. Apa kamu mau jika dibiarkan terus-menerus seperti ini?

Dapat menyebabkan polusi udara

Sampah plastik yang dibakar akan menyebabkan pencemaran udara. Asap yang berasal dari pembakaran plastik terkandung zat dioksin. Apabila terhirup dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti, sistem pernapasan, kanker, pembengkakan hati, dan gangguan sistem saraf.

Kualitas air memburuk

Sampah plastik yang berujung ke perairan tidak hanya menyumbat, tetapi juga memengaruhi kualitas air. Air yang sudah terkena sampah plastik dapat dipastikan terkontaminasi oleh racun atau zat kimia yang terkandung. Hal ini tentu akan membahayakan untuk kesehatan makhluk hidup, terutama manusia.

Alternatif Pengganti Plastik

Memanfaatkan plastik sebenarnya boleh saja, tetapi tetap sesuai dengan porsinya. Menggunakan plastik yang berlebihan sama saja dengan menyumbang sampah. Misalnya, kamu membeli jajanan yang masih terjangkau dengan genggaman tangan, maka tidak seharusnya menggunakan bungkus plastik. Begitu juga dengan membeli minuman di kafe, hindarilah penggunaan sedotan plastik. Berikut berbagai alternative pengganti plastik:

Mengganti dengan tote bag

Tidak hanya didesain modern, penggunaan tote bag lebih menguntungkanmu untuk penggunaan berkali-kali. Tote bag juga memiliki kekuatan yang utuh untuk membawa barang belanjaan yang banyak. Tote bag bisa kamu gunakan untuk berbagai kebutuhan. Saat ini sudah tersedia tote bag dengan berbagai ukuran dan desain yang terampil.

Menggunakan peralatan makan bambu atau stainless steel

Dewasa kini, para penggiat lingkungan berlomba-lomba untuk mencari cara dalam menjaga lingkungan. Salah satu langkahnya dengan menciptakan peralatan makan yang dapat digunakan berkali-kali. Biasanya kita sering melihat sendok dan garpu dari stainless steel. Tidak hanya itu, kamu juga dapat memanfaatkan sedotan bambu atau stainless steel.

Sedotan ini sudah banyak tersedia di toko daring dan dapat kamu pesan, sehingga bisa dibawa ke mana saja. Tanpa sadar cara ini pun juga membuat kamu tampil lebih kece tanpa mengotori lingkungan lho.

Membawa tempat makan dan tumblr

Demi meminimalisir sampah plastik, selalu membawa tempat makan dan tumblr juga salah satu cara yang perlu kamu contoh. Apalagi bagi kamu seorang pelajar atau karyawan. Membawa makan sendiri tentu dapat menghemat uang jajan. Sedangkan di kantor kamu bisa mengisi ulang air minum menggunakan tumblr sendiri.

Mendaur ulang plastik

Menghentikan penggunaan plastik memang tidak serta merta mudah untuk dilakukan. Seringkali telanjur dimanfaatkan lalu dibuang begitu saja. Alternatif berikutnya, kamu bisa mendaur ulang plastik menjadi barang yang dapat dimanfaatkan. Misalnya seperti pot dari botol plastik, bungkus detergen menjadi tempat pensil atau aksesoris lainnya.

Plastik Sebagai Kemasan Makanan

Bahayanya plastik bagi kesehatan tubuh juga meracuni ketakutan para produsen makanan. Seperti yang kita tahu, hampir seluruh produsen makanan dalam menjajakan produknya menggunakan material plastik. Material plastik dipercaya lebih mudah digunakan dan lebih terjamin perlindungannya saat proses pendistribusian.

Kemasan plastik juga dapat menjaga produk dari ketumpahan air. Penggunaan plastik sendiri juga memiliki harga murah daripada jenis kemasan lainnya. Dapat kita ambil contoh kemasan beling memiliki harga yang jauh lebih mahal. Sedangkan kertas memiliki harga terjangkau, tetapi mudah hancur jika terkena air. Jadi, banyak para produsen yang memilih plastik untuk membungkus produk mereka.

Jadi bagaimana solusinya?

Bukan hal yang biasa lagi untuk memilih plastik sebagai kemasan yang mudah didapatkan dengan harga terjangkau. Namun, sebagai produsen yang bertanggung jawab kesehatan konsumen tentu perlu diperhitungkan. Nah, bagi kamu para produsen tidak perlu khawatir lagi, saat ini sudah tersedia kemasan plastik yang memiliki sertifikasi standar food grade.

Sertifikasi tersebut membuktikan bahwa plastik aman bersentuhan dengan bahan makanan. Plastik dengan standar food grade ini sangat aman digunakan untuk mengemas makanan matang, mentah, dan buah-buahan segar.

Tidak hanya plastik, kemasan kertas juga memiliki sertifikasi standar food grade. Meskipun kertas berasal dari pohon, tidak semua kertas baik untuk dijadikan bungkus makanan. Namun, kertas merupakan kemasan yang ramah terhadap lingkungan. Hanya butuh waktu 1-2 bulan agar kertas mengurai di tanah.

Kesimpulannya, penggunaan plastik memang tidak dianjurkan sebagai prioritas sehari-hari. Alasannya tentu saja dapat menyebabkan sampah dan membahayakan kehidupan makhluk hidup. Namun, jika kamu telanjur menggunakan, usahakan untuk mendaur ulang plastik kembali untuk pemakaian yang lebih bermanfaat.

Senada dengan itu, kamu juga bisa menggunakan mesin penghancur plastik untuk menghasilkan bentuk yang lebih kecil. Berikutnya, kamu bisa memanfaatkan sesuai dengan kreasi daur ulang. Sedangkan untuk kebutuhan bungkus makanan, pilihlah yang berstandar food grade.

Terlepas dari itu, kesadaran diri sendiri adalah hal yang paling penting. Terjadinya banjir tentu ada penyebabnya. Siapa lagi kalau bukan kita? Sedangkan hewan tidak memiliki akal, justru hewan dan tumbuhan yang menjadi korban atas kelakukan kita. So, guys mulai sekarang bijaklah dalam penggunaan plastik kemasan. Jika tidak bisa dihentikan, kamu bisa mengurangi pemakaian sedikit demi sedikit.

 

(Zakiah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.